Sunan an-Nasai Hadits 2298 - Batas Akhir Niat Puasa Wajib

Batas Waktu Menghadirkan Niat Puasa Wajib Menurut Hadits

Sunan an-NasaiNomor Hadis 2298

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ قَالَ أَنْبَأَنَا حَبَّانُ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ وَمَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْ لَا صِيَامَ لِمَنْ لَمْ يُجْمِعْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ

Hafshah Diriwayatkan dari:

Tidak ada puasa bagi orang yang tidak berniat sebelum terbit fajar.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Membiasakan diri melafadzkan atau memantapkan niat di dalam hati sangat penting untuk kelancaran puasa fardhu.
  • Waktu fajar shadiq yang ditandai dengan azan subuh merupakan garis penutup atau batas akhir niat puasa wajib.
  • Memperhatikan rincian syarat dan kelengkapan ibadah wajib mencegah amalan kita berakhir menjadi sia-sia.

Hadits-hadits terkait

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami