Sunan an-Nasai Hadits 2297 - Niat Penentu Sah Puasa
Niat Puasa Sebagai Penentu Keabsahan Ibadah
Sunan an-Nasai : 2297
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2297
أَخْبَرَنِي زَكَرِيَّا بْنُ يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عِيسَى قَالَ أَنْبَأَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ قَالَ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْ لَا صِيَامَ لِمَنْ لَمْ يُجْمِعْ قَبْلَ الْفَجْرِ
Hafshah Diriwayatkan dari:
Tidak ada puasa bagi orang yang tidak berniat sebelum terbit fajar.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ada keterikatan hukum yang sangat erat antara niat puasa fardhu dengan datangnya waktu shalat subuh.
- Menahan rasa lapar seharian penuh tidak akan dianggap bernilai pahala puasa wajib tanpa didahului niat yang benar.
- Adalah sebuah keharusan bagi setiap umat beriman untuk terus mempelajari batas waktu rukun ibadahnya.
