Sunan an-Nasai Hadits 2308 - Keseimbangan Beribadah
Batas Wajar Ibadah Harian Sesuai Tuntunan Nabi
Sunan an-Nasai : 2308
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2308
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ عَنْ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ لَا أَعْلَمُ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ الْقُرْآنَ كُلَّهُ فِي لَيْلَةٍ وَلَا قَامَ لَيْلَةً حَتَّى الصَّبَاحِ وَلَا صَامَ شَهْرًا قَطُّ كَامِلًا غَيْرَ رَمَضَانَ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Aku tidak pernah mengetahui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membaca Al Qur'an semuanya dalam semalam, tidak pernah melakukan shalat malam hingga menjelang pagi dan tidak pula berpuasa sama sekali sebulan penuh kecuali di bulan Ramadlan.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Tubuh manusia memiliki hak untuk beristirahat dan tidak boleh diforsir walau untuk ibadah.
- Nabi tidak pernah berpuasa genap selama satu bulan selain pada bulan wajib Ramadhan.
- Membaca Al-Qur'an sebaiknya dilakukan dengan pelan dan tidak dihabiskan paksa dalam semalam.
