Sunan an-Nasai Hadits 2330 - Keistimewaan Puasa Hari Asyura
Keutamaan Puasa Hari Asyura dan Bulan Ramadhan Pilihan Nabi
Sunan an-Nasai : 2330
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2330
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ وَسُئِلَ عَنْ صِيَامِ عَاشُورَاءَ قَالَ مَا عَلِمْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَامَ يَوْمًا يَتَحَرَّى فَضْلَهُ عَلَى الْأَيَّامِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Ubaidullah] bahwasanya ia mendengar [Ibnu 'Abbas] -ditanya tentang puasa Asyura? -, ia berkata: "Aku tidak pernah mengetahui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa di hari yang beliau pilih keutamaannya dibanding hari-hari lain, kecuali hari ini, yaitu: bulan Ramadlan dan hari 'Asyura."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Bulan Ramadhan merupakan waktu ibadah puasa yang paling diutamakan karena berstatus wajib bagi umat Islam.
- Hari Asyura memiliki posisi yang sangat diprioritaskan oleh Nabi untuk dijadikan waktu berpuasa sunnah.
- Nabi Muhammad terlihat secara nyata berusaha mencari keutamaan dan pahala dengan berpuasa khusus pada hari Asyura.
