Sunan an-Nasai Hadits 2553 - Syarat Boleh Meminta
Kondisi Pengecualian yang Diperbolehkan Untuk Meminta-minta
Sunan an-Nasai : 2553
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2553
أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ زَيْدِ بْنِ عُقْبَةَ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَسْأَلَةُ كَدٌّ يَكُدُّ بِهَا الرَّجُلُ وَجْهَهُ إِلَّا أَنْ يَسْأَلَ الرَّجُلُ سُلْطَانًا أَوْ فِي أَمْرٍ لَا بُدَّ مِنْهُ
Samurah bin Jundub Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Meminta-minta adalah pekerjaan yang berakibat seseorang mencakar wajahnya (di hari kiamat), kecuali seorang laki-laki yang meminta kepada penguasa atau perkara yang harus ia dapatkan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Aktivitas mengemis tanpa kebutuhan mendesak digambarkan sebagai tindakan perusak wajah pada hari perhitungan.
- Mengajukan proposal atau permintaan bantuan sah kepada pengelola negara (pemerintah) termasuk ke dalam pengecualian.
- Seseorang boleh meminta-minta jika sedang terjepit perkara darurat yang mengancam kehidupan atau tidak bisa diatasi sendiri.
