Sunan an-Nasai Hadits 2618 - Pakaian Celupan Kunyit
Haram Memakai Kain Ihram yang Harum dan Diwarnai
Sunan an-Nasai : 2618
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2618
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ وَالْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ عَنْ ابْنِ الْقَاسِمِ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَلْبَسَ الْمُحْرِمُ ثَوْبًا مَصْبُوغًا بِزَعْفَرَانٍ أَوْ بِوَرْسٍ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang orang yang sedang berihram untuk memakai pakaian yang dicelup dengan kunyit atau dengan wars.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Orang yang sedang dalam keadaan ihram dilarang menyentuh atau memakai wewangian pada pakaiannya.
- Pakaian yang dicelup dengan pewarna berbahan dasar parfum alami seperti wars diharamkan.
- Jamaah harus memastikan kebersihan dan ketiadaan aroma parfum di kain ihram yang mereka bawa.
