Sunan an-Nasai Hadits 2676 - Keabsahan Haji Gabungan
Tidak Ada Larangan Menggabungkan Ibadah Haji dan Umrah
Sunan an-Nasai : 2676
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2676
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الصَّنْعَانِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنِي حُمَيْدُ بْنُ هِلَالٍ قَالَ سَمِعْتُ مُطَرِّفًا يَقُولُ قَالَ لِي عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ جَمَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ حَجٍّ وَعُمْرَةٍ ثُمَّ تُوُفِّيَ قَبْلَ أَنْ يَنْهَى عَنْهَا وَقَبْلَ أَنْ يَنْزِلَ الْقُرْآنُ بِتَحْرِيمِهِ
Imran bin Hushain Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menggabungkan antara haji dan umrah kemudian beliau meninggal sebelum melarangnya dan sebelum turun Al Qur'an tentang pengharamannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menggabungkan niat haji dan umrah adalah praktik ibadah yang sah dan dicontohkan langsung.
- Tidak ada satu ayat pun di dalam Al-Qur'an yang melarang ibadah haji qiran atau tamattu'.
- Syariat ibadah haji yang diajarkan Nabi berlaku hingga saat ini karena tidak pernah dicabut hukumnya.
