Sunan an-Nasai Hadits 288 - Hukum Haid Saat Pelaksanaan Haji
Panduan Pelaksanaan Amalan Haji Bagi Wanita yang Sedang Haid
Sunan an-Nasai : 288
Sunan an-NasaiNomor Hadis 288
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نُرَى إِلَّا الْحَجَّ فَلَمَّا كَانَ بِسَرِفَ حِضْتُ فَدَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا أَبْكِي فَقَالَ مَا لَكِ أَنَفِسْتِ فَقُلْتُ نَعَمْ قَالَ هَذَا أَمَرٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ فَاقْضِي مَا يَقْضِي الْحَاجُّ غَيْرَ أَنَّ لَا تَطُوفِي بِالْبَيْتِ وَضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نِسَائِهِ بِالْبَقَرِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang kami tidak melihat kecuali untuk haji. Setelah di Sarif, aku mendapat haid. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk -menemuiku- dan aku menangis.Beliau lalu bertanya: 'Ada apa denganmu? Apakah kamu sedang haid?' Aku menjawab: 'Ya.' Beliau berkata: 'Ini suatu perkara yang telah Allah Azza wa Jalla tetapkan bagi kaum wanita, jadi kerjakanlah apa yang dikerjakan oleh orang yang haji, selain thawaf di Ka'bah'. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkurban sapi untuk para istrinya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Haid adalah siklus alami yang ditetapkan Allah untuk wanita, dan bukan sesuatu yang patut disesali atau dianggap sebagai kegagalan ibadah.
- Wanita yang sedang haid diperbolehkan melakukan hampir semua rukun dan wajib haji seperti wukuf di Arafah.
- Satu-satunya larangan utama saat ibadah haji bagi wanita haid adalah melakukan thawaf di Ka'bah karena syaratnya harus suci.
