Sunan an-Nasai Hadits 2989 - Syarat Kesempurnaan Haji
Syarat Kesempurnaan Haji dengan Wukuf di Arafah dan Mabit di Muzdalifah
Sunan an-Nasai : 2989
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2989
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ إِسْمَعِيلَ وَدَاوُدَ وَزَكَرِيِّا عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ مُضَرِّسٍ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاقِفًا بِالْمُزْدَلِفَةِ فَقَالَ مَنْ صَلَّى مَعَنَا صَلَاتَنَا هَذِهِ هَا هُنَا ثُمَّ أَقَامَ مَعَنَا وَقَدْ وَقَفَ قَبْلَ ذَلِكَ بِعَرَفَةَ لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَقَدْ تَمَّ حَجُّهُ
'Urwah bin Mudharris Diriwayatkan dari:
Saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwukuf di Muzdalifah, kemudian bersabda: "Barang siapa yang melakukan shalat bersama kami dengan shalat kami ini di sini, kemudian bermukim bersama dengan kami dan sebelumnya telah melakukan wukuf di Arafah pada malam atau siang maka sungguh hajinya telah sempurna."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Melaksanakan shalat berjamaah di Muzdalifah merupakan bagian penting dari kesempurnaan ibadah haji.
- Waktu pelaksanaan wukuf di Arafah membentang luas, bisa dilakukan pada siang hari maupun malam harinya.
- Seseorang yang sempat wukuf di Arafah dan shalat subuh di Muzdalifah dijamin kesempurnaan hajinya.
