Sunan an-Nasai Hadits 3018 - Keringanan Jumrah Bagi Pekerja
Rukhsah Melempar Jumrah Bagi Penggembala
Sunan an-Nasai : 3018
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3018
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي الْبَدَّاحِ بْنِ عَدِيٍّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ لِلرُّعَاةِ أَنْ يَرْمُوا يَوْمًا وَيَدَعُوا يَوْمًا
Telah mengabarkan kepada kami [Al Husain bin Huraits] serta [Muhammad bin Al Mutsanna] dari [Sufyan] dari [Abdullah bin Abi Bakr] dari [ayahnya] dari [Abu Al Baddah bin 'Ashim bin 'Adi] dari [ayahnya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan keringanan kepada para penggembala untuk melempar jumrah satu hari dan berhenti satu hari.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sebuah keringanan atau rukhsah yang jelas pernah diberikan Nabi kepada pekerja harian seperti penggembala ternak di tanah suci.
- Orang yang sedang menjabat urusan kepentingan publik diperbolehkan tidak melaksanakan jumrah setiap hari secara berturut-turut.
- Agama Islam selalu memberikan kompromi yang masuk akal terhadap pekerjaan umatnya, agar roda kehidupan tetap berjalan baik.
