Sunan an-Nasai Hadits 3211 - Batasan Hak Wali Terhadap Janda
Wali Tidak Memiliki Hak Memaksa Janda Menikah
Sunan an-Nasai : 3211
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3211
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ لِلْوَلِيِّ مَعَ الثَّيِّبِ أَمْرٌ وَالْيَتِيمَةُ تُسْتَأْمَرُ فَصَمْتُهَا إِقْرَارُهَا
Muhammad bin Rafi' Diriwayatkan dari:
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Rafi'], ia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abdur Razzaq], ia berkata: telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Shalih bin Kaisan] dari [Nafi' bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Seorang wali tidak memiliki urusan bersama janda sedangkan wanita yatim dimintai persetujuannya, dan diamnya adalah persetujuannya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Batas wewenang wali terhadap janda hanya sebagai pelaksana akad nikah, bukan sebagai pengambil keputusan mutlak.
- Seorang janda tidak boleh dinikahkan tanpa pernyataan persetujuan langsung dari lisannya.
- Wali dilarang keras menggunakan posisinya untuk memaksa wanita yatim menikah dengan laki-laki yang tidak dikehendakinya.
- Pengakuan atau persetujuan sah dari seorang wanita yatim cukup dilihat dari diamnya ketika ditawari pernikahan.
