Sunan an-Nasai Hadits 3254 - Hukum Menikahi Anak Saudara Persusuan
Ketegasan Hukum Larangan Menikahi Keponakan Jalur Susuan
Sunan an-Nasai : 3254
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3254
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الصَّبَّاحِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَوَاءٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ جَابِرِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيدَ عَلَى بِنْتِ حَمْزَةَ فَقَالَ إِنَّهَا ابْنَةُ أَخِي مِنْ الرَّضَاعَةِ وَإِنَّهُ يَحْرُمُ مِنْ الرَّضَاعِ مَا يَحْرُمُ مِنْ النَّسَبِ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditawari anak perempuan Hamzah. Kemudian beliau bersabda: "Ia adalah anak perempuan saudaraku sepersusuan, dan sesuatu yang haram karena nasab haram pula karena persusuan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menikahi anak dari saudara sepersusuan adalah perbuatan yang dilarang karena mereka terhitung sebagai mahram.
- Kaidah 'apa yang haram karena nasab haram pula karena persusuan' berlaku mutlak dan tidak bisa ditawar.
- Umat Islam diajarkan untuk menyebarkan dan mematuhi kaidah hukum ini demi menjaga kebersihan keturunan masyarakat.
