Sunan an-Nasai Hadits 334 - Mencuci Najis Anjing dengan Air dan Tanah
Aturan Mencuci Najis Anjing Menggunakan Tanah
Sunan an-Nasai : 334
Sunan an-NasaiNomor Hadis 334
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ الْحَارِثِ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ قَالَ سَمِعْتُ مُطَرِّفًا عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِقَتْلِ الْكِلَابِ وَرَخَّصَ فِي كَلْبِ الصَّيْدِ وَالْغَنَمِ وَقَالَ إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي الْإِنَاءِ فَاغْسِلُوهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ وَعَفِّرُوهُ الثَّامِنَةَ بِالتُّرَابِ
Abdullah bin Mughaffal Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh anjing dan memberi keringanan pada anjing yang digunakan untuk berburu dan menjaga kambing. Beliau lalu bersabda: "Apabila ada anjing yang menjilat bejana, maka basuhlah (cucilah) tujuh kali dan gosoklah yang ke delapan dengan tanah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Memelihara anjing diperbolehkan asalkan memiliki alasan spesifik seperti menjaga hasil ternak serta dipakai sarana berburu hewan liar.
- Meskipun diizinkan, jika benda rumah terkena liur anjing, umat beragama tetap dituntut mencuci wadah itu tujuh kali.
- Gosokan menggunakan media debu atau tanah berfungsi memaksimalkan proses penghilangan najis tebal dari hewan anjing peliharaan.
