Sunan an-Nasai Hadits 3430 - Penyelesaian Perselisihan Nasab Menggunakan Kaidah Pemilik Ranjang
Penyelesaian Kasus Perebutan Nasab Anak di Masa Nabi
Sunan an-Nasai : 3430
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3430
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ اخْتَصَمَ سَعْدُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ وَعَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ فِي غُلَامٍ فَقَالَ سَعْدٌ هَذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْنُ أَخِي عُتْبَةَ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَهِدَ إِلَيَّ أَنَّهُ ابْنُهُ انْظُرْ إِلَى شَبَهِهِ وَقَالَ عَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ أَخِي وُلِدَ عَلَى فِرَاشِ أَبِي مِنْ وَلِيدَتِهِ فَنَظَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى شَبَهِهِ فَرَأَى شَبَهًا بَيِّنًا بِعُتْبَةَ فَقَالَ هُوَ لَكَ يَا عَبْدُ الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ وَاحْتَجِبِي مِنْهُ يَا سَوْدَةُ بِنْتُ زَمْعَةَ فَلَمْ يَرَ سَوْدَةَ قَطُّ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Sa'd bin Abu Waqqash dan Abd bin Zam'ah berselisih mengenai seorang anak. Sa'd berkata: Wahai Rasulullah, ini adalah anak saudara laki-lakiku, 'Utbah bin Abu Waqqash, ia bersumpah kepadaku bahwa anak ini adalah anaknya. Lihatlah kepada kemiripannya." Sedangkan Abd bin Zam'ah berkata: "Ia saudaraku, ia terlahirkan di atas ranjang ayahku dari sahaya wanitanya."Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat kemiripannya. Maka beliau melihat kemiripan jelas dengan 'Utbah, maka beliau bersabda: "Anak ini untukmu (wahai Sa'd). Wahai 'Abd, anak itu milik pemilik ranjang dan bagi pezina adalah hukuman rajam, dan berhijablah darinya (anak tersebut) wahai Saudah binti Zam'ah." Dan beliau tidak menghitung Saudah sebagai mahram sama sekali."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Nasab anak ditetapkan berdasarkan bukti kepemilikan atau pernikahan yang sah secara agama, bukan sekadar melihat kemiripan rupa.
- Pengakuan sepihak dari seorang laki-laki yang berbuat terlarang tidak berlaku di hadapan hukum syariat untuk merebut hak anak.
- Rasulullah mengajarkan umatnya agar menerapkan kehati-hatian dengan menjaga batasan jika masih ada keraguan yang tersisa dalam masalah nasab.
