Sunan an-Nasai Hadits 3429 - Anak Dinisbatkan Kepada Suami yang Sah
Penegasan Nasab: Anak Milik Suami, Pezina Tidak Dapat Hak
Sunan an-Nasai : 3429
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3429
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبْدِ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدٍ وَأَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Anak itu milik pemilik ranjang, dan bagi pezina adalah batu (hukuman rajam)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ikatan pernikahan yang sah menjadi satu-satunya dasar pijakan bagi pengakuan silsilah keturunan dalam agama Islam.
- Agama Islam menolak keras untuk memberikan ruang maupun hak perdata apa pun kepada pelaku zina atas anak hasil perbuatannya.
- Ketetapan ini berfungsi mulia dalam menjaga keharmonisan tatanan sosial dengan memberikan kepastian status hukum bagi semua pihak.
