Sunan an-Nasai Hadits 3443 - Batas Masa Berkabung Wanita Muslimah
Batas Maksimal Masa Berkabung Seorang Istri dalam Islam
Sunan an-Nasai : 3443
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3443
أَخْبَرَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ عَنْ وَكِيعٍ عَنْ شُعْبَةَ قَالَ حَدَّثَنِي حُمَيْدُ بْنُ نَافِعٍ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ تَحِدُّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا
Ummu Habibah Diriwayatkan dari:
Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir berkabung atas mayit lebih dari tiga hari kecuali atas meninggalnya suami, yaitu empat bulan sepuluh hari."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Meratapi keluarga yang wafat lebih dari tiga hari tidak dibenarkan bagi orang yang mengimani kehidupan akhirat.
- Masa berkabung (ihdad) bagi istri yang suaminya meninggal dunia wajib dilakukan selama empat bulan sepuluh hari.
- Syariat selalu mengatur emosi manusia agar tetap proporsional dalam menghadapi musibah besar.
