Sunan an-Nasai Hadits 5334 - Surat Pelindung Paling Utama
Surat Al-Falaq dan An-Nas: Penjagaan Utama Umat Islam
Sunan an-Nasai : 5334
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5334
أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي حَفْصُ بْنُ مَيْسَرَةَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ مُعَاذِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ خُبَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي طَرِيقِ مَكَّةَ فَأَصَبْتُ خُلْوَةً مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَنَوْتُ مِنْهُ فَقَالَ قُلْ فَقُلْتُ مَا أَقُولُ قَالَ قُلْ قُلْتُ مَا أَقُولُ قَالَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ حَتَّى خَتَمَهَا ثُمَّ قَالَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ حَتَّى خَتَمَهَا ثُمَّ قَالَ مَا تَعَوَّذَ النَّاسُ بِأَفْضَلَ مِنْهُمَا
Telah mengabarkan kepada kami [Yunus bin Abdul A'la] ia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahb] ia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Hafsh bin Maisarah] dari [Zaid bin Aslam] dari [Mu'adz bin Khubaib] dari [Ayahnya] ia berkata: "Aku bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berada di jalanan Makkah, hingga aku bisa berdua dan lebih dekat dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau lalu bersabda: "Ucapkanlah!" aku berkata: "Apa yang harus aku ucapkan?" beliau bersabda: "Ucapkanlah!" aku berkata: "Apa yang harus aku ucapkan?" beliau bersabda: 'QUL A'UUDZU BIRABBIL FALAQ (Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh) ' hingga beliau menyelesaikan bacaannya. Kemudian beliau bersabda lagi: 'QUL A'UUDZU BIRABBINNAAS (Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia) ' hingga beliau menyelesaikan bacaannya. Setelah itu beliau bersabda: "Tidaklah manusia berlindung dengan sesuatu yang lebih utama dari keduanya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Surat Al-Falaq dan An-Nas merupakan bacaan perlindungan dari segala bahaya yang paling utama di dalam agama Islam.
- Sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk rutin memohon perlindungan dari Allah dengan menggunakan kedua surat pilihan ini.
- Nabi tidak pernah melewatkan kesempatan emas untuk mengajarkan amalan penting secara langsung saat berinteraksi dengan sahabatnya.
