Sunan an-Nasai Hadits 349 - Mandi Untuk Wanita Mustahadhah
Anjuran Mandi Sebelum Shalat Bagi Wanita Istihadhah
Sunan an-Nasai : 349
Sunan an-NasaiNomor Hadis 349
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ اسْتَفْتَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ بِنْتُ جَحْشٍ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُسْتَحَاضُ فَقَالَ إِنَّ ذَلِكَ عِرْقٌ فَاغْتَسِلِي ثُمَّ صَلِّي فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Ummu Habibah binti Jahsy meminta fatwa kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Wahai Rasulullah! Aku mengalami istihadhah?" Beliau bersabda: "Itu darah penyakit, maka mandilah kemudian kerjakanlah shalat." Lalu dia pun mandi di setiap akan shalat.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keluarnya darah istihadhah sama sekali tidak menghilangkan kewajiban ibadah shalat pada seorang wanita.
- Istihadhah ditetapkan murni sebagai masalah pendarahan urat, bukan bagian dari siklus bulanan haid.
- Sangat dianjurkan untuk mandi atau membersihkan diri sebelum melakukan ibadah shalat bagi penderita istihadhah.
