Sunan an-Nasai Hadits 356 - Mencuci Darah Penyakit Sebelum Shalat
Wajib Mencuci Darah Penyakit dan Menjaga Ibadah Shalat
Sunan an-Nasai : 356
Sunan an-NasaiNomor Hadis 356
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ وَوَكِيعٌ وَأَبُو مُعَاوِيَةَ قَالُوا حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ جَاءَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِنِّي امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ فَلَا أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ قَالَ لَا إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ فَإِذَا أَقْبَلَتْ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي
Aisyah Diriwayatkan dari:
Fatimah binti Hubaisy datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: 'Aku sedang mengalami istihadhah dan aku selalu dalam keadaan tidak suci, jadi apakah aku harus meninggalkan shalat?' Beliau bersabda: 'Tidak, itu adalah darah penyakit, bukan haidl. Bila datang haidl maka tinggalkanlah shalat, dan jika sudah selesai haidl maka cucilah darah itu dan shalatlah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Darah yang keluar karena penyakit (istihadhah) tetaplah merupakan najis yang wajib dibersihkan sebelum ibadah.
- Mencuci bekas darah adalah syarat penting untuk memastikan pakaian dan badan terbebas dari najis saat shalat.
- Kondisi sakit parah yang melibatkan pendarahan tidak bisa dijadikan alasan untuk membuang ibadah wajib.
