Sunan an-Nasai Hadits 363 - Mengetahui Batas Waktu Haid dan Istihadhah
Panduan Nabi Tentang Batas Waktu Haid dan Istihadhah
Sunan an-Nasai : 363
Sunan an-NasaiNomor Hadis 363
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ فَإِذَا أَقْبَلَتْ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ وَإِذَا ذَهَبَ قَدْرُهَا فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي
Aisyah Diriwayatkan dari:
Fatimah binti Abu Hubaisy berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: 'Aku selalu dalam kondisi tidak suci, apakah aku harus meninggalkan shalat?' maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: 'Itu hanya darah penyakit, bukan darah haidl. Bila datang haidl, maka tinggalkanlah shalat, dan jika telah selesai waktu jadwal haidlnya, maka cucilah darah itu darimu dan shalatlah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sangat dianjurkan bagi setiap muslimah untuk mencatat dan mengetahui jadwal durasi haid bulanannya.
- Shalat hanya sah dan boleh ditinggalkan selama durasi batas waktu haid yang diyakini secara normal.
- Apabila masa kebiasaan haid telah berlalu namun darah masih ada, statusnya otomatis berubah menjadi darah penyakit.
- Penyakit keluarnya darah tanpa henti tidak menjadi alasan yang sah untuk mangkir dari ibadah shalat.
