Sunan an-Nasai Hadits 3653 - Kepemilikan Harta Semasa Hidup dan Mati
Kepemilikan Harta Umra dan Ruqba Semasa Hidup dan Mati
Sunan an-Nasai : 3653
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3653
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَا تَصْلُحُ الْعُمْرَى وَلَا الرُّقْبَى فَمَنْ أَعْمَرَ شَيْئًا أَوْ أَرْقَبَهُ فَإِنَّهُ لِمَنْ أُعْمِرَهُ وَأُرْقِبَهُ حَيَاتَهُ وَمَوْتَهُ أَرْسَلَهُ حَنْظَلَةُ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Tidak layak 'Umra dan Ruqba, barangsiapa yang diberi sesuatu dengan sistem Umra atau Ruqba maka sesuatu tersebut milik orang yang diberi, disaat ia hidup dan matinya. Hadits tersebut dimursalkan oleh Hanzhalah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kepemilikan harta 'Umra dan Ruqba berlaku sah semenjak penerimanya hidup hingga ia meninggal dunia.
- Harta yang diterima tidak kembali ke tangan si pemberi melainkan diwariskan ke keturunan penerima.
- Aturan ini dibuat demi menjaga ketenangan sosial dan mencegah sengketa kepemilikan lahan atau barang.
