Sunan an-Nasai Hadits 3699 - Keutamaan Menerima Hadiah dalam Islam
Siapa Saja yang Hadiahnya Ingin Diterima oleh Nabi?
Sunan an-Nasai : 3699
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3699
أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ خُشَيْشُ بْنُ أَصْرَمَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ لَا أَقْبَلَ هَدِيَّةً إِلَّا مِنْ قُرَشِيٍّ أَوْ أَنْصَارِيٍّ أَوْ ثَقَفِيٍّ أَوْ دَوْسِيٍّ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh aku ingin tidak menerima hadiah kecuali dari orang Quraisy, atau Anshar, atau Tsaqif, atau Daus."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Memberi hadiah sebaiknya dilakukan dengan tulus tanpa mengharapkan balasan.
- Nabi Muhammad memuji sifat kedermawanan dari suku Quraisy, Anshar, Tsaqif, dan Daus.
- Seseorang diperbolehkan menolak atau memilih dari siapa ia menerima hadiah jika hal itu bertujuan untuk menghindari beban hati.
