Sunan an-Nasai Hadits 3741 - Larangan Bernadzar
Mengapa Rasulullah Melarang Bernadzar?
Sunan an-Nasai : 3741
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3741
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ شُعْبَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي مَنْصُورٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ النَّذْرِ وَقَالَ إِنَّهُ لَا يَأْتِي بِخَيْرٍ إِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنْ الْبَخِيلِ
Abdullah bin Umar Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari nadzar, beliau bersabda: "Sesungguhnya nadzar tidak membawa kebaikan, hanyasanya ia dikeluarkan dari orang yang bakhil."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah melarang umat Islam untuk terbiasa mengikat diri dengan janji nadzar.
- Nadzar sama sekali tidak bisa mendatangkan kebaikan atau merubah takdir.
- Sifat suka bernadzar sering kali muncul dari keengganan beramal kecuali jika ada pamrih.
