Sunan an-Nasai Hadits 3744 - Hubungan Nadzar dan Takdir
Hubungan Antara Nadzar dan Takdir Allah
Sunan an-Nasai : 3744
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3744
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَأْتِي النَّذْرُ عَلَى ابْنِ آدَمَ شَيْئًا لَمْ أُقَدِّرْهُ عَلَيْهِ وَلَكِنَّهُ شَيْءٌ اسْتُخْرِجَ بِهِ مِنْ الْبَخِيلِ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (Allah berfirman): "Nadzar sama sekali tidak bisa mendatangkan sesuatu yang tidak Aku takdirkan bagi anak Adam. dan nadzar hanyalah dikeluarkan dari orang bakhil."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Tidak ada satu pun nadzar yang bisa mewujudkan sesuatu di luar takdir yang Allah tetapkan.
- Takdir Allah bersifat mutlak dan tidak bisa dinegosiasikan atau dipaksa melalui nadzar.
- Kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas lebih disukai daripada kebaikan bersyarat dari orang yang bakhil.
