Sunan an-Nasai Hadits 3762 - Perintah Menunaikan Nadzar I'tikaf Sehari
Kewajiban Memenuhi Janji I'tikaf Satu Hari Penuh
Sunan an-Nasai : 3762
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3762
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَكَمِ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ عُبَيْدَ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ كَانَ جَعَلَ عَلَيْهِ يَوْمًا يَعْتَكِفُهُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَأَمَرَهُ أَنْ يَعْتَكِفَهُ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Umar pernah mewajibkan atas dirinya satu hari untuk beri'tikaf pada masa jahiliyah, kemudian ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai hal tersebut. Maka beliau memerintahkan kepadanya agar beri'tikaf."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ibadah i'tikaf sudah menjadi amalan kebaikan yang dikenal oleh manusia sebelum munculnya Islam yang sempurna.
- Janji untuk mengikatkan diri melakukan kebaikan kepada Allah wajib dilunasi sesuai batas waktunya, seperti satu hari penuh.
- Perubahan status agama dari jahiliyah menuju Islam justru menyempurnakan amalan baik yang pernah direncanakan.
