Sunan an-Nasai Hadits 3768 - Mengucapkan Insya Allah dalam Sumpah

Kalimat Insya Allah Sebagai Pengecualian Sumpah

Sunan an-NasaiNomor Hadis 3768

أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ أَنَّ كَثِيرَ بْنَ فَرْقَدٍ حَدَّثَهُ أَنَّ نَافِعًا حَدَّثَهُمْ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَلَفَ فَقَالَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ فَقَدْ اسْتَثْنَى

Abdullah bin Umar Diriwayatkan dari:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa bersumpah dan mengatakan, 'Insyaallah', maka ia telah mengucapkan pengecualian."

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Mengucapkan Insya Allah adalah bentuk ketundukan manusia kepada takdir dan kehendak mutlak milik Allah.
  • Kata Insya Allah berfungsi sebagai pelindung hukum bagi lisan agar tidak terbebani denda jika janji gagal terlaksana.
  • Manusia diperintahkan untuk menghindari sikap sombong dengan merasa pasti bisa melakukan segalanya di masa depan.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami