Sunan an-Nasai Hadits 3781 - Denda Bagi Pelaku Nadzar Maksiat
Denda Bagi Orang yang Bernadzar untuk Berbuat Maksiat
Sunan an-Nasai : 3781
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3781
أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ عَنْ أَبِي عَمْرٍو وَهُوَ الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الزُّبَيْرِ الْحَنْظَلِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نَذْرَ فِي مَعْصِيَةٍ وَكَفَّارَتُهَا كَفَّارَةُ يَمِينٍ
Imran bin Hushain Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak boleh ada nadzar dalam kemaksiatan, dan kafarahnya adalah kafarah sumpah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Nadzar maksiat dianggap batal dan sama sekali tidak boleh dilanjutkan.
- Kafarah sumpah merupakan pembersih atas kesalahan lisan seseorang yang berjanji buruk.
- Umat Islam wajib menahan lisan dari bersumpah untuk hal-hal yang dapat mengundang kemurkaan Allah.
