Sunan an-Nasai Hadits 3811 - Tiga Panduan Memanfaatkan Lahan
Tiga Alternatif Syariat Dalam Mengelola Harta Berupa Lahan Tanah
Sunan an-Nasai : 3811
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3811
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ عَنْ خَالِدٍ وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ حَدَّثَ رَافِعُ بْنُ خَدِيجٍ قَالَ خَرَجَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَهَانَا عَنْ أَمْرٍ كَانَ لَنَا نَافِعًا فَقَالَ مَنْ كَانَ لَهُ أَرْضٌ فَلْيَزْرَعْهَا أَوْ يَمْنَحْهَا أَوْ يَذَرْهَا
Rafi' bin Khadij Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar menemui kami kemudian melarang kami dari perkara yang dahulunya memberikan manfaat bagi kami. Beliau bersabda: "Barang siapa yang memiliki tanah hendaknya dia menanaminya atau memberikannya atau membiarkannya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Jalan keluar terbaik menangani aset tanah tidak terpakai adalah mencurahkan tenaga pribadi untuk mengubahnya jadi ladang penuh gizi.
- Nilai pahala tertinggi dalam hal kepemilikan sawah didapat ketika seorang mukmin rela menghibahkan hak pakai kepada mereka yang kurang gizi.
- Membiarkan lahan tergeletak tidak terurus secara hukum jauh lebih aman dan tak berdosa ketimbang nekat menyewakannya dengan transaksi curang.
