Sunan an-Nasai Hadits 3864 - Makna dan Risiko dalam Akad Muhaqalah
Penjelasan Tentang Sistem Pertanian Muhaqalah yang Dilarang
Sunan an-Nasai : 3864
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3864
أَخْبَرَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ اللَّيْثِ عَنْ اللَّيْثِ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ هُرْمُزَ قَالَ سَمِعْتُ أُسَيْدَ بْنَ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ الْأَنْصَارِيَّ يَذْكُرُ أَنَّهُمْ مَنَعُوا الْمُحَاقَلَةَ وَهِيَ أَرْضٌ تُزْرَعُ عَلَى بَعْضِ مَا فِيهَا رَوَاهُ عِيسَى بْنُ سَهْلِ بْنِ رَافِعٍ
Abdur Rahman bin Hurmuz Diriwayatkan dari:
Saya mendengar [Usaid bin Rafi' bin Khadij Al Anshari] menyebutkan bahwa mereka melarang muhaqalah yaitu tanah yang ditanami dengan imbalan sebagian apa yang hasilnya. Diriwayatkan oleh Isa bin Sahl bin Rafi'.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sistem sewa yang ditukar persis menggunakan jatah tanaman alami lahan merupakan inti pengertian akad muhaqalah.
- Islam mendiktekan agar perputaran ekonomi dijauhkan dari spekulasi maupun ketimpangan perolehan materi yang merusak nalar logika.
- Membuat ketentuan perjanjian kerja sepatutnya mendasarkan ukurannya pada hal-hal yang wajar tanpa memberatkan buruh.
