Sunan an-Nasai Hadits 401 - Tidur dalam Keadaan Junub
Hukum Tidur dalam Keadaan Junub Menurut Hadits Aisyah
Sunan an-Nasai : 401
Sunan an-NasaiNomor Hadis 401
أَخْبَرَنَا شُعَيْبُ بْنُ يُوسُفَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَيْسٍ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ كَيْفَ كَانَ نَوْمُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْجَنَابَةِ أَيَغْتَسِلُ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ أَوْ يَنَامُ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ قَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ قَدْ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا اغْتَسَلَ فَنَامَ وَرُبَّمَا تَوَضَّأَ فَنَامَ
Abdullah bin Abu Qais Diriwayatkan dari:
Aku bertanya kepada [Aisyah] bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidur dalam keadaan junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur? Atau tidur sebelum mandi?" Aisyah menjawab: 'Semua pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Kadang beliau mandi dahulu lantas tidur, dan kadang (hanya) wudlu lalu tidur."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seseorang diperbolehkan tidur dan menunda mandi junub hingga menjelang waktu subuh.
- Sangat dianjurkan untuk minimal mengambil wudhu terlebih dahulu jika ingin tidur dalam keadaan junub.
- Syariat Islam sangat memahami kondisi fisik manusia dengan memberikan kelonggaran dalam pelaksanaannya.
