Sunan an-Nasai Hadits 402 - Waktu Mandi Junub
Fleksibilitas Waktu Mandi Junub: Boleh di Awal atau Akhir Malam
Sunan an-Nasai : 402
Sunan an-NasaiNomor Hadis 402
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ بُرْدٍ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ نُسَيٍّ عَنْ غُضَيْفِ بْنِ الْحَارِثِ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ فَسَأَلْتُهَا فَقُلْتُ أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْتَسِلُ مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ أَوْ مِنْ آخِرِهِ قَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ كَانَ رُبَّمَا اغْتَسَلَ مِنْ أَوَّلِهِ وَرُبَّمَا اغْتَسَلَ مِنْ آخِرِهِ قُلْتُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةً
Ghudlaif bin Al Harits Diriwayatkan dari:
Aku datang kepada Aisyah Radliyallahu'anha dan bertanya kepadanya: 'Apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. mandi pada permulaan malam atau akhirnya?' [Aisyah] menjawab: 'Semua waktu pernah dilakukan. Kadang beliau mandi pada permulaan malam, dan kadang mandi pada akhir malam.' Aku berkata: 'Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kelonggaran pada masalah ini.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Mandi wajib tidak harus dilakukan secara langsung setelah berhubungan suami istri.
- Waktu pelaksanaan mandi junub sangat fleksibel, bisa di awal malam maupun di akhir malam.
- Kita patut bersyukur kepada Allah atas kelonggaran dan kemudahan ajaran Islam.
