Sunan an-Nasai Hadits 4074 - Saham Khumus Setelah Nabi Wafat
Bagaimana Nasib Saham Nabi dan Kerabat Setelah Beliau Wafat?
Sunan an-Nasai : 4074
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4074
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى بْنِ الْحَارِثِ قَالَ حَدَّثَنَا مَحْبُوبٌ يَعْنِي ابْنَ مُوسَى قَالَ أَنْبَأَنَا أَبُو إِسْحَقَ هُوَ الْفَزَارِيُّ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ قَالَ سَأَلْتُ الْحَسَنَ بْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ { وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ } قَالَ هَذَا مَفَاتِحُ كَلَامِ اللَّهِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةُ لِلَّهِ قَالَ اخْتَلَفُوا فِي هَذَيْنِ السَّهْمَيْنِ بَعْدَ وَفَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَهْمِ الرَّسُولِ وَسَهْمِ ذِي الْقُرْبَى فَقَالَ قَائِلٌ سَهْمُ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْخَلِيفَةِ مِنْ بَعْدِهِ وَقَالَ قَائِلٌ سَهْمُ ذِي الْقُرْبَى لِقَرَابَةِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ قَائِلٌ سَهْمُ ذِي الْقُرْبَى لِقَرَابَةِ الْخَلِيفَةِ فَاجْتَمَعَ رَأْيُهُمْ عَلَى أَنْ جَعَلُوا هَذَيْنِ السَّهْمَيْنِ فِي الْخَيْلِ وَالْعُدَّةِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَكَانَا فِي ذَلِكَ خِلَافَةَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ
Qais bin Muslim Diriwayatkan dari:
Saya bertanya kepada [Al Hasan bin Muhammad] mengenai firman Allah Azza wa jalla: Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, ia berkata ini adalah kunci firman Allah, dunia dan akhirat adalah milik Allah.Ia berkata: mereka berselisih mengenai kedua saham ini setelah wafatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu saham rasul dan saham kerabat beliau, seseorang berkata: saham Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah untuk khalifah setelah beliau, seseorang berkata: saham kaum kerabat adalah untuk kerabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan seseorang berkata: saham kaum kerabat adalah untuk kerabat khalifah, kemudian pendapat mereka bersepakat untuk menjadikan dua saham ini untuk kuda dan perlengkapan perang di jalan Allah, kedua hal itu terjadi pada masa Abu Bakar dan Umar.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Bolehnya terjadi perbedaan pendapat (ikhtilaf) di kalangan umat dalam urusan pengelolaan harta negara setelah Nabi wafat.
- Musyawarah mufakat (ijma') para sahabat menjadi landasan hukum yang kuat dalam memutuskan perkara yang tidak ada di zaman Nabi.
- Dana dan fasilitas negara diprioritaskan untuk keamanan dan kemaslahatan umum (seperti pertahanan militer) di atas kepentingan individu atau kelompok.
