Sunan an-Nasai Hadits 412 - Mandi di Bekas Wadah Adonan
Kesederhanaan Nabi: Mandi di Baskom Bekas Adonan Saat Penaklukan Makkah
Sunan an-Nasai : 412
Sunan an-NasaiNomor Hadis 412
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى بْنِ أَعْيَنَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ عَطَاءٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي أُمُّ هَانِئٍ أَنَّهَا دَخَلَتْ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ وَهُوَ يَغْتَسِلُ قَدْ سَتَرَتْهُ بِثَوْبٍ دُونَهُ فِي قَصْعَةٍ فِيهَا أَثَرُ الْعَجِينِ قَالَتْ فَصَلَّى الضُّحَى فَمَا أَدْرِي كَمْ صَلَّى حِينَ قَضَى غُسْلَهُ
Ummu Hani` Diriwayatkan dari:
Dia menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saat Fathu (penaklukan) Makkah, dan beliau sedang mandi di baskom bekas adonan, sedangkan dia menutupinya dengan baju. Ia (Ummu Hani) berkata: "Kemudian beliau shalat Dluha, dan aku tidak tahu berapa kali beliau shalat ketika selesai dari mandinya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Boleh menggunakan wadah bekas makanan atau adonan untuk menampung air mandi asalkan dalam keadaan bersih.
- Menjaga aurat dan pandangan tetap berlaku walau sedang berada di tengah-tengah perjalanan atau kesibukan safar.
- Membiasakan untuk mengerjakan shalat Dhuha setelah membersihkan diri di pagi hari.
