Sunan an-Nasai Hadits 4161 - Hukum Kulit Bangkai
Hukum Memanfaatkan Kulit Hewan yang Sudah Mati
Sunan an-Nasai : 4161
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4161
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ مَيْمُونَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى شَاةٍ مَيِّتَةٍ مُلْقَاةٍ فَقَالَ لِمَنْ هَذِهِ فَقَالُوا لِمَيْمُونَةَ فَقَالَ مَا عَلَيْهَا لَوْ انْتَفَعَتْ بِإِهَابِهَا قَالُوا إِنَّهَا مَيْتَةٌ فَقَالَ إِنَّمَا حَرَّمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَكْلَهَا
Maimun Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melewati seekor kambing yang mati yang terbuang, kemudian beliau bersabda: "Milik siapakah ini?" mereka berkata: milik Maimunah. Lalu beliau bersabda: "Tidak ada dosa baginya apabila ia memanfaatkan kulitnya." Mereka berkata: sesungguh itu adalah bangkai. Kemudian beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah 'azza wajalla hanya mengharamkan untuk memakannya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Bangkai hewan ternak haram untuk dimakan dagingnya.
- Kulit dari hewan yang mati menjadi bangkai tetap boleh diambil dan dimanfaatkan setelah diolah.
- Islam mengajarkan kita untuk memaksimalkan manfaat dari suatu benda dan tidak membuang-buang barang yang masih berguna.
