Sunan an-Nasai Hadits 4171 - Fatwa Aisyah Samak
Penyamakan Adalah Pensucian Kulit Bangkai
Sunan an-Nasai : 4171
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4171
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مَنْصُورِ بْنِ جَعْفَرٍ النَّيْسَابُورِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ جُلُودِ الْمَيْتَةِ فَقَالَ دِبَاغُهَا طَهُورُهَا
Aisyah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya mengenai kulit binatang yang telah mati. Kemudian beliau bersabda: "Penyamakannya adalah pensuciannya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kulit dari hewan yang mati menjadi suci jika sudah disamak.
- Segala kotoran yang menempel pada bangkai akan hilang status najisnya setelah proses pencucian dan penyamakan.
- Pentingnya menjaga kebersihan dalam memanfaatkan bagian tubuh hewan ternak.
