Sunan an-Nasai Hadits 4264 - Perintah Menumpahkan Daging Keledai Jinak
Perintah Menumpahkan Kuali Berisi Daging Keledai Jinak
Sunan an-Nasai : 4264
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4264
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ الشَّيْبَانِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ أَصَبْنَا يَوْمَ خَيْبَرَ حُمُرًا خَارِجًا مِنْ الْقَرْيَةِ فَطَبَخْنَاهَا فَنَادَى مُنَادِي النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ حَرَّمَ لُحُومَ الْحُمُرِ فَأَكْفِئُوا الْقُدُورَ بِمَا فِيهَا فَأَكْفَأْنَاهَا
Abdullah bin Abu Aufa Diriwayatkan dari:
Kami telah mendapat keledai yang keluar dari kampong pada saat perang Khaibar, kemudian kami memasaknya lalu seorang penyeru Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyeru: sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengharamkan daging keledai maka baliklah kuali beserta dengan apa yang ada padanya. Maka kami membaliknya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ketaatan penuh kepada aturan syariat harus didahulukan dibanding rasa sayang pada harta benda.
- Ketika tahu sebuah makanan itu haram, kita harus langsung berhenti dan membuangnya.
- Pengumuman dari satu orang penyeru yang dipercaya sudah cukup untuk menjalankan sebuah hukum agama.
