Sunan an-Nasai Hadits 4291 - Praktek Nabi Menyembelih Kurban di Madinah
Kisah Penyembelihan Kurban Rasulullah di Madinah
Sunan an-Nasai : 4291
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4291
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ عُثْمَانَ النُّفَيْلِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عِيسَى قَالَ حَدَّثَنَا الْمُفَضَّلُ بْنُ فَضَالَةَ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحَرَ يَوْمَ الْأَضْحَى بِالْمَدِينَةِ قَالَ وَقَدْ كَانَ إِذَا لَمْ يَنْحَرْ يَذْبَحُ بِالْمُصَلَّى
Abdullah bin Umar Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyembelih pada hari raya kurban di Madinah. Al Mufadhdhal berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila tidak melakukan nahr maka beliau menyembelih di lapangan.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Terdapat dua cara penyembelihan dalam Islam, yaitu nahr untuk unta dan dhabh untuk hewan biasa.
- Rasulullah mencontohkan kesederhanaan dengan memotong sendiri hewan kurbannya.
- Masyarakat Madinah di masa Nabi memfokuskan penyembelihan kurban di tanah lapang.
- Merayakan Iduladha lebih bermakna jika dilakukan bersama masyarakat luas di satu titik lokasi.
