Sunan an-Nasai Hadits 4301 - Hukum Tanduk Hewan Kurban
Syarat Hewan Kurban: Hukum Tanduk yang Patah
Sunan an-Nasai : 4301
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4301
أَخْبَرَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ عَنْ سُفَيَانَ وَهُوَ ابْنُ حَبِيبٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ جُرَيِّ بْنِ كُلَيْبٍ قَالَ سَمِعْتُ عَلِيًّا يَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُضَحَّى بِأَعْضَبِ الْقَرْنِ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِسَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَ نَعَمْ إِلَّا عَضَبَ النِّصْفِ وَأَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ
Jurai bin Kulaib Diriwayatkan dari:
Saya mendengar [Ali] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berkurban dengan hewan yang bertanduk pecah. Kemudian hal tersebut saya sebutkan kepada Sa'id bin Al Musayyab maka Ia berkata: ya, hanya saja yang tanduknya pecah setengah atau lebih dari itu.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Hewan kurban yang tanduknya patah lebih dari separuh dilarang untuk digunakan.
- Patah tanduk yang tergolong sedikit atau ujungnya saja masih bisa dimaafkan.
- Mempersembahkan hewan yang sempurna anggota tubuhnya bernilai ibadah yang tinggi.
