Sunan an-Nasai Hadits 4330 - Makan Daging Kuda
Hukum Menyembelih dan Memakan Daging Kuda di Zaman Nabi
Sunan an-Nasai : 4330
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4330
أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ أَحْمَدَ الْعَسْقَلَانِيُّ عَسْقَلَانُ بَلْخٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي سُفْيَانُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ حَدَّثَهُ عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْمُنْذِرِ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ قَالَتْ نَحَرْنَا فَرَسًا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكَلْنَاهُ
Asma` binti Abu Bakar Diriwayatkan dari:
Kami menyembelih kuda pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian kami memakannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menyembelih dan memakan daging kuda diperbolehkan (halal) dalam aturan syariat Islam.
- Para sahabat Nabi mempraktikkan konsumsi daging kuda secara langsung di masa lalu.
- Daging kuda termasuk makanan yang mubah, tidak ada larangan mengonsumsinya jika disembelih dengan benar.
