Sunan an-Nasai Hadits 434 - Percikan Air Madzi
Cara Membersihkan Kemaluan Karena Keluar Air Madzi
Sunan an-Nasai : 434
Sunan an-NasaiNomor Hadis 434
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى عَنْ ابْنِ وَهْبٍ وَذَكَرَ كَلِمَةً مَعْنَاهَا أَخْبَرَنِي مَخْرَمَةُ بْنُ بُكَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَرْسَلْتُ الْمِقْدَادَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُهُ عَنْ الْمَذْيِ فَقَالَ تَوَضَّأْ وَانْضَحْ فَرْجَكَ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ مَخْرَمَةُ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ أَبِيهِ شَيْئًا
Ali Diriwayatkan dari:
Aku mengutus Miqdad kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk bertanya tentang madzi. lalu beliau bersabda: 'Berwudlulah dan percikan air pada kemaluanmu.'"Abu Abdurrahman berkata: "Makhramah tidak pernah mendengar dari Bapaknya sedikitpun."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Wajib membersihkan area kemaluan dengan air jika terkena cairan madzi agar najisnya hilang.
- Setelah najis madzi dibersihkan, seseorang wajib mengambil air wudu kembali sebelum menunaikan shalat.
- Menjaga kesucian badan secara teliti dari perkara najis adalah syarat utama diterimanya sebuah ibadah.
