Sunan an-Nasai Hadits 4373 - Makanan Terbaik dari Hasil Usaha Sendiri
Keberkahan Makanan Hasil Usaha Sendiri dan Nafkah dari Anak
Sunan an-Nasai : 4373
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4373
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ أَبُو قُدَامَةَ السَّرْخَسِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ عَمَّتِهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ وَإِنَّ وَلَدَ الرَّجُلِ مِنْ كَسْبِهِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Sesungguhnya sebaik-baik apa yang dimakan seseorang adalah yang berasal dari usahanya, dan sesungguhnya anak seseorang adalah berasal dari usahanya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Bekerja keras mencari nafkah halal dengan kemampuan tangan sendiri adalah sumber rezeki yang paling mulia dan diberkahi Allah.
- Anak adalah bentuk investasi dan buah karya (usaha) terbaik dari orang tuanya, baik di dunia maupun untuk akhirat.
- Orang tua diperbolehkan secara hukum untuk memakan dan menikmati sebagian dari harta hasil keringat anaknya.
