Sunan an-Nasai Hadits 4424 - Penjelasan Ibnu Abbas Tentang Calo

Larangan Bertindak Sebagai Calo (Simsar) bagi Pedagang Pelosok

Sunan an-NasaiNomor Hadis 4424

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُتَلَقَّى الرُّكْبَانُ وَأَنْ يَبِيعَ حَاضِرٌ لِبَادٍ قُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ مَا قَوْلُهُ حَاضِرٌ لِبَادٍ قَالَ لَا يَكُونُ لَهُ سِمْسَارٌ

Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menyambut orang yang membawa dagangan sebelum masuk pasar dan orang yang tinggal di kota menjualkan barang untuk orang yang tinggal di pelosok. Saya berkata kepada Ibnu Abbas: apa maksud perkataan orang yang tinggal di kota untuk orang yang tinggal di pelosok? Ia berkata: tidak boleh menjadi calo untuknya.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Dilarang mengambil peran calo jika hal tersebut menyebabkan melonjaknya harga barang primer.
  • Interaksi jual beli secara langsung tanpa banyak perantara sangat dihargai dalam Islam.
  • Penjelasan ulama atau sahabat sangat penting agar kita memahami tujuan dari suatu hadits.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami