Sunan an-Nasai Hadits 445 - Keringanan Shalat Menjadi Lima Waktu

Proses Keringanan Kewajiban Shalat Menjadi Lima Waktu

Sunan an-NasaiNomor Hadis 445

أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ وَابْنُ حَزْمٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى أُمَّتِي خَمْسِينَ صَلَاةً فَرَجَعْتُ بِذَلِكَ حَتَّى أَمُرَّ بِمُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام فَقَالَ مَا فَرَضَ رَبُّكَ عَلَى أُمَّتِكَ قُلْتُ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسِينَ صَلَاةً قَالَ لِي مُوسَى فَرَاجِعْ رَبَّكَ عَزَّ وَجَلَّ فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ فَرَاجَعْتُ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ فَوَضَعَ شَطْرَهَا فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ رَاجِعْ رَبَّكَ فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ فَرَاجَعْتُ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ فَقَالَ هِيَ خَمْسٌ وَهِيَ خَمْسُونَ لَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَقَالَ رَاجِعْ رَبَّكَ فَقُلْتُ قَدْ اسْتَحْيَيْتُ مِنْ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ

Telah mengabarkan kepada kami [Yunus bin Abdul A'la] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahab] dia berkata: Telah mengabarkan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab], [Anas bin Malik] dan [Ibnu Hazm] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah Azza wa Jalla mewajibkan umatku shalat lima puluh kali, lalu aku kembali melewati nabi Musa 'Alaihis Salam dan dia berkata: "apa yang Allah wajibkan kepada umatmu?" aku menjawab: "Allah mewajibkan mereka shalat lima puluh kali." Musa berkata kepadaku: "kembalilah ke Rabbmu Azza wa Jalla, karena umatmu tidak akan mampu mengembannya." Lalu aku kembali kepada Rabbku, dan dia memotong separuhnya. Kemudian aku kembali kepada Musa 'Alaihis Salam dan kuberitahu hasilnya. Ia berkata: "kembalilah kepada Rabb-mu, karena umatmu tidak akan mampu mengembannya." Lalu aku kembali lagi ke Rabbku Azza wa Jalla dan Allah berfirman: "(shalat) itu lima kali dan itu (sama dengan) lima puluh kali. Ini ketetapan-Ku yang tidak akan Ku-ganti lagi." kemudian aku kembali lagi ke Musa 'Alaihis Salam dan dia berkata: "kembalilah kepada Rabbmu!" dan aku berkata: "Aku malu terhadap Rabbku Azza Wa Jalla."

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Allah sangat pemurah dengan memberikan keringanan jumlah ibadah yang sedikit namun memberikan balasan pahala yang melimpah.
  • Rasa peduli Nabi Musa terhadap kelemahan umat manusia menjadi jalan keringanan bagi umat Nabi Muhammad.
  • Seorang hamba harus memiliki rasa malu kepada Allah ketika sudah terlalu banyak diberikan kemudahan.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami