Sunan an-Nasai Hadits 4473 - Larangan Muzabanah pada Berbagai Tanaman
Cakupan Larangan Muzabanah pada Berbagai Tanaman
Sunan an-Nasai : 4473
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4473
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمُزَابَنَةِ أَنْ يَبِيعَ ثَمَرَ حَائِطِهِ وَإِنْ كَانَ نَخْلًا بِتَمْرٍ كَيْلًا وَإِنْ كَانَ كَرْمًا أَنْ يَبِيعَهُ بِزَبِيبٍ كَيْلًا وَإِنْ كَانَ زَرْعًا أَنْ يَبِيعَهُ بِكَيْلِ طَعَامٍ نَهَى عَنْ ذَلِكَ كُلِّهِ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari muzabanah dengan menjual buah kebunnya apabila berupa pohon kurma dengan kurma dalam bentuk takaran, apabila pohon anggur menjualnya dengan kismis dalam bentuk takaran, dan apabila tanaman menjualnya dengan makanan dalam bentuk takaran. Beliau melarang dari semua itu.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Muzabanah tidak hanya berlaku pada kurma, namun juga berlaku dilarang pada pertukaran anggur dan kismis.
- Pertukaran antara ladang biji-bijian yang masih hijau dengan takaran makanan jadi sangat dilarang.
- Transaksi jual beli yang Islami harus menjauhkan unsur spekulasi dan tebak-tebakan yang berisiko.
