Sunan an-Nasai Hadits 4474 - Larangan Mukhabarah, Muzabanah, dan Muhaqalah
Larangan Berbagai Transaksi yang Mengandung Kerugian
Sunan an-Nasai : 4474
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4474
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا مَخْلَدُ بْنُ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْمُخَابَرَةِ وَالْمُزَابَنَةِ وَالْمُحَاقَلَةِ وَعَنْ بَيْعِ الثَّمَرِ قَبْلَ أَنْ يُطْعَمَ وَعَنْ بَيْعِ ذَلِكَ إِلَّا بِالدَّنَانِيرِ وَالدَّرَاهِمِ
Jabir Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari mukhabarah, muzabanah, muhaqalah dan dari menjual buah sebelum bisa dimakan dan dari menjual hal tersebut kecuali dengan dinar dan dirham.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Praktik pembagian hasil ladang yang curang atau tidak jelas sebaran untungnya dilarang dalam Islam.
- Setiap petani harus menunggu sampai buah di pohon layak makan sebelum bisa menjualnya.
- Nabi sangat menyarankan penggunaan uang koin (dinar dan dirham) agar penilaian harga lebih adil dan sah.
