Sunan an-Nasai Hadits 4551 - Larangan Syarat dalam Jual Beli
Hukum dan Larangan Syarat dalam Jual Beli Menurut Islam
Sunan an-Nasai : 4551
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4551
أَخْبَرَنَا زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَبِيهِ حَتَّى ذَكَرَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَحِلُّ سَلَفٌ وَبَيْعٌ وَلَا شَرْطَانِ فِي بَيْعٍ وَلَا رِبْحُ مَا لَمْ يُضْمَنْ
Abdullah bin 'Amru Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak halal jual beli dengan syarat diberi hutang, dua syarat dalam jual beli dan keuntungan sesuatu yang belum ditanggung."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat Islam dilarang menggabungkan akad utang piutang ke dalam sebuah transaksi jual beli.
- Tidak diperbolehkan membuat dua syarat yang mengikat secara bersamaan dalam satu akad jual beli.
- Seseorang dilarang mengambil keuntungan dari barang yang belum secara sah menjadi tanggung jawabnya.
