Sunan an-Nasai Hadits 4611 - Larangan Menunda Hutang
Ancaman Bagi Orang Mampu yang Menunda Pembayaran Hutang
Sunan an-Nasai : 4611
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4611
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا وَبْرُ بْنُ أَبِي دُلَيْلَةَ الطَّائِفِيُّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مَيْمُونِ ابْنِ مُسَيْكَةَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ خَيْرًا عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيدِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيُّ الْوَاجِدِ يُحِلُّ عِرْضَهُ وَعُقُوبَتَهُ
Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Wabr bin Abu Dulailah Ath Thaify] dari [Muhammad bin Maimun bin Musaikah] dan dia memujinya dengan kebaikan dari ['Amru bin Asy Syarid] dari [ayahnya] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Penundaan pembayaran hutan yang dilakukan oleh orang yang mampu membayarnya menghalalkan kehormatan (untuk dighibah) dan hukumannya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Segera lunasi hutang ketika sudah memiliki kemampuan untuk membayarnya.
- Sengaja menunda pembayaran hutang padahal mampu adalah perbuatan yang tidak dibenarkan.
- Orang yang dizalimi dalam urusan hutang berhak menyampaikan keluhan atas haknya yang tertahan.
