Sunan an-Nasai Hadits 4742 - Putusan Hukum Kepada Wanita Bani Lihyan

Putusan Hukum Kepada Wanita Bani Lihyan dalam Kasus Perkelahian

Sunan an-NasaiNomor Hadis 4742

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ سَعِيدِ بْنِ مَسْرُوقٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي زَائِدَةَ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ نُضَيْلَةَ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ ضَرَبَتْ امْرَأَةٌ مِنْ بَنِي لِحْيَانَ ضَرَّتَهَا بِعَمُودِ الْفُسْطَاطِ فَقَتَلَتْهَا وَكَانَ بِالْمَقْتُولَةِ حَمْلٌ فَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى عَصَبَةِ الْقَاتِلَةِ بِالدِّيَةِ وَلِمَا فِي بَطْنِهَا بِغُرَّةٍ

Al Mughirah bin Syu'bah Diriwayatkan dari:

Seorang wanita dari Bani Lihyan memukul madunya dengan tiang kemah sehingga dia membunuhnya, padahal wanita yang terbunuh tersebut sedang hamil. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memutuskan denda menjadi tanggungan 'ashabah wanita yang membunuh, sedang denda untuk janin yang ada dalam perutnya adalah berupa seorang budak.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Hukum qishash atau hukuman ganti rugi diyat dibuat salah satunya untuk memastikan agar tidak ada nyawa yang berlalu sia-sia tanpa adanya rasa tanggung jawab dari pelaku.
  • Perselisihan rumah tangga yang tidak mampu dikendalikan sangat berbahaya, karena amarah dapat membuat seseorang berbuat fatal membunuh anggota keluarga yang lain.
  • Ketetapan ganti denda ghurrah (seorang budak) untuk bayi dalam perut, terus disepakati oleh Nabi di semua riwayat terkait kasus serupa.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami