Sunan an-Nasai Hadits 4745 - Hukum Diyat Berupa Ghurrah Meski Pihak Pelaku Menolak
Hukum Membayar Ghurrah Meskipun Pihak Pelaku Menolak
Sunan an-Nasai : 4745
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4745
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُصْعَبٌ قَالَ حَدَّثَنَا دَاوُدُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ قَالَ ضَرَبَتْ امْرَأَةٌ ضَرَّتَهَا بِحَجَرٍ وَهِيَ حُبْلَى فَقَتَلَتْهَا فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا فِي بَطْنِهَا غُرَّةً وَجَعَلَ عَقْلَهَا عَلَى عَصَبَتِهَا فَقَالُوا نُغَرَّمُ مَنْ لَا شَرِبَ وَلَا أَكَلْ وَلَا اسْتَهَلَّ فَمِثْلُ ذَلِكَ يُطَلَّ فَقَالَ أَسَجْعٌ كَسَجْعِ الْأَعْرَابِ هُوَ مَا أَقُولُ لَكُمْ
Ibrahim Diriwayatkan dari:
Seorang wanita telah memukul madunya yang sedang hamil dengan batu hingga membunuhnya, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menetapkan denda untuk janin yang dikandungnya berupa seorang budak, dan membebankan dendanya kepada 'ashabah wanita yang membunuh. Kemudian mereka berkata: "Apakah kami menanggung denda orang yang tidak makan, tidak minum, dan tidak menangis? Hal seperti itu adalah sesuatu yang dibatalkan." Kemudian beliau bersabda: "Apakah ini sajak seperti sajak orang-orang badui? Keputusannya adalah apa yang saya katakan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ketetapan hukum peradilan dari Nabi Muhammad bersifat final, adil, dan tidak bisa disingkirkan oleh argumen dari lisan orang yang paling fasih berbicara sekalipun.
- Keluarga atau ashabah harus lapang dada menanggung dampak perbuatan buruk keluarganya dan ikut membayar denda demi menghindari balas dendam antar keluarga (qishash).
- Janin berhak diakui hak tebusannya, walaupun ia meninggal ketika belum merasakan kehidupan di dunia luar.
