Sunan an-Nasai Hadits 4785 - Bahaya Sumpah Palsu
Bahaya Sumpah Palsu Sebagai Salah Satu Dosa Besar
Sunan an-Nasai : 4785
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4785
أَخْبَرَنَا عَبْدَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ قَالَ أَنْبَأَنَا ابْنُ شُمَيْلٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَنْبَأَنَا فِرَاسٌ قَالَ سَمِعْتُ الشَّعْبِيَّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْكَبَائِرُ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَالْيَمِينُ الْغَمُوسُ
Abdullah bin 'Amru Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:"Dosa-dosa besar adalah: mensekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa, dan sumpah palsu."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Membawa nama Allah untuk berbohong (sumpah palsu) adalah dosa besar yang membinasakan.
- Dilarang keras mengambil hak orang lain atau memutarbalikkan fakta dengan menggunakan sumpah palsu.
- Kita harus selalu menjauhi perbuatan syirik, pembunuhan, dan keburukan terhadap orang tua.
